Website Resmi
Desa Panunggalan
Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan - Jawa Tengah
NUR FAIZIN, S.Pd., C.LDSP | 10 Juli 2025 | 4.493 Kali dibuka
Artikel
NUR FAIZIN, S.Pd., C.LDSP
10 Juli 2025
4.493 Kali dibuka
Hukum waris yang berlaku di Indonesia untuk menentukan status waris seorang suami atas harta peninggalan istrinya dapat merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) atau Kompilasi Hukum Islam (KHI), tergantung pada status perkawinan dan agama yang dianut pasangan tersebut. Berikut penjelasan berdasarkan kedua hukum tersebut:
1. Hukum Waris Menurut KUH Perdata
KUH Perdata biasanya diterapkan untuk perkawinan yang tunduk pada hukum sipil (non-Islam) atau perkawinan yang tidak diatur secara khusus oleh hukum agama tertentu. Hukum waris ini diatur dalam Buku II KUH Perdata, khususnya tentang warisan (erfenis).
Status Waris Suami
- Jika tidak ada anak atau keturunan langsung:
Menurut Pasal 832 KUH Perdata, jika istri meninggal dunia tanpa meninggalkan anak atau keturunan, suami sebagai ahli waris utama berhak atas seluruh harta warisan (baik harta bawaan istri maupun harta bersama, jika perkawinan berdasarkan persatuan harta). - Jika ada anak atau keturunan:
Jika istri meninggal dan meninggalkan anak, maka harta warisan dibagi rata antara suami dan anak-anak. Menurut Pasal 852 KUH Perdata, suami mendapatkan bagian yang sama dengan anak-anak. Misalnya, jika ada dua anak, harta warisan dibagi tiga bagian: satu untuk suami, satu untuk masing-masing anak. - Harta Bersama dalam Perkawinan:
Dalam perkawinan berdasarkan KUH Perdata, harta bersama (gemeenschap van goederen) dibagi terlebih dahulu. Suami berhak atas setengah bagian harta bersama sebagai haknya sebagai pasangan, bukan sebagai warisan. Sisa harta peninggalan istri (harta bawaan istri + setengah harta bersama) kemudian diwariskan sesuai aturan di atas. - Jika ada perjanjian pisah harta:
Jika perkawinan berdasarkan perjanjian pisah harta, maka hanya harta bawaan istri dan harta yang diperoleh istri selama perkawinan yang diwariskan. Suami tidak berhak atas harta bersama, tetapi tetap mendapatkan bagian waris sesuai aturan di atas (seluruhnya jika tidak ada anak, atau bagian rata jika ada anak).
Catatan Penting:
- Dalam KUH Perdata, tidak ada perbedaan antara suami dan istri dalam hal warisan; keduanya memiliki kedudukan yang setara sebagai ahli waris.
- Jika ada wasiat, wasiat tersebut dapat mengubah pembagian warisan, tetapi bagian sah (legitieme portie) ahli waris utama (suami/anak) tetap dijamin (Pasal 913 KUH Perdata).
2. Hukum Waris Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI)
KHI berlaku untuk perkawinan yang dilakukan menurut hukum Islam dan diatur dalam Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991. Hukum waris Islam mengacu pada prinsip faraid (pembagian warisan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis).
Status Waris Suami
Menurut Pasal 171-179 KHI, bagian warisan suami tergantung pada ada atau tidaknya anak/keturunan dari istri yang meninggal:
- Jika tidak ada anak atau keturunan:
Suami berhak atas 1/2 (setengah) bagian dari harta warisan istri (berdasarkan Al-Qur'an, Surah An-Nisa ayat 12). - Jika ada anak atau keturunan:
Suami berhak atas 1/4 (seperempat) bagian dari harta warisan istri, dan sisa harta dibagikan kepada anak-anak atau ahli waris lainnya sesuai ketentuan faraid. - Harta Bersama dalam Perkawinan:
Menurut Pasal 97 KHI, jika perkawinan menghasilkan harta bersama (harta gono-gini), maka harta bersama dibagi terlebih dahulu:- Janda/duda berhak atas setengah bagian harta bersama sebagai hak perkawinan, bukan warisan.
- Sisa harta peninggalan istri (harta bawaan istri + setengah harta bersama) kemudian diwariskan sesuai hukum faraid, dengan suami mendapatkan 1/2 atau 1/4 bagian seperti dijelaskan di atas.
- Jika ada perjanjian pisah harta:
Jika perkawinan berdasarkan perjanjian pisah harta, hanya harta bawaan istri yang diwariskan. Suami tetap mendapatkan bagian waris sesuai aturan faraid (1/2 jika tidak ada anak, 1/4 jika ada anak). - Ahli waris pengganti:
Jika tidak ada anak, harta warisan sisa setelah bagian suami dapat dibagikan kepada ahli waris lain (misalnya, orang tua istri atau saudara kandungnya) sesuai urutan prioritas dalam KHI.
Catatan Penting:
- Dalam hukum Islam, bagian warisan suami (1/2 atau 1/4) adalah bagian tetap (fardh) yang tidak dapat diubah kecuali dengan wasiat, tetapi wasiat hanya boleh diberikan untuk maksimal 1/3 harta kepada pihak yang bukan ahli waris (Pasal 195 KHI).
- Perhitungan warisan dalam KHI juga mempertimbangkan ahli waris lain seperti orang tua atau saudara kandung istri, yang dapat memengaruhi pembagian akhir.
Perbandingan Singkat
| Aspek | KUH Perdata | KHI |
|---|---|---|
| Bagian Suami (tanpa anak) | Seluruh harta warisan | 1/2 harta warisan |
| Bagian Suami (ada anak) | Bagian rata dengan anak | 1/4 harta warisan |
| Harta Bersama | Suami dapat setengah harta bersama + warisan | Suami dapat setengah harta bersama + warisan |
| Dasar Hukum | Pasal 832, 852 KUH Perdata | Pasal 171-179 KHI, Al-Qur'an (An-Nisa: 12) |
Kesimpulan
- Jika perkawinan tunduk pada KUH Perdata, suami berhak atas seluruh harta warisan istri jika tidak ada anak, atau bagian rata dengan anak jika ada keturunan. Harta bersama dibagi terlebih dahulu, dengan suami mendapatkan setengahnya.
- Jika perkawinan tunduk pada KHI, suami berhak atas 1/2 harta warisan (tanpa anak) atau 1/4 harta warisan (ada anak). Harta bersama juga dibagi terlebih dahulu, dengan suami mendapatkan setengahnya.
- Untuk menentukan hukum yang berlaku, perlu diketahui status perkawinan (apakah tunduk pada KUH Perdata atau KHI) dan ada/tidaknya perjanjian pisah harta.
Kirim Komentar
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
1
Populasi
0
Populasi
10312
Populasi
10313
1
LAKI-LAKI
0
PEREMPUAN
10312
BELUM MENGISI
10313
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
MOCH. PUJIYANTO
Sekretaris
AHMAD MUNTHOHAR
Kepala Dusun Krajan
NUR FAIZIN, S.Pd., C.LDSP
Kepala Seksi Pelayanan
SIGIT DWI CAHYONO, S.Pt
Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum
SYAMSUL HUDA MUH
Kepala Seksi Pemerintahan
SRI WAHYUNI
Kepala Dusun Padangan
MUNAWAN
Kepala Dusun Kedungwungu
BAMBANG TRI MULYANTO
Kepala Dusun Ngampel
TRI CAHYADI
Kepala Seksi Kesra
YAHMAN
Pegawai Desa
PUJI SLAMET
Pegawai Desa
SITI KALIFATUN MUNAFIAH
Direktur BUMDes
INAYATUN CHOIRIYAH
Desa Panunggalan
Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah
Arsip Artikel
4.493 Kali dibuka
Istri Meninggal, Begini Status Waris Suaminya...
881 Kali dibuka
KIAT BELI TANAH GIRIK YANG AMAN...
357 Kali dibuka
Karang Taruna Desa Panunggalan Bentuk Pengurus Baru Periode 2025...
340 Kali dibuka
Pemerintah Desa Panunggalan Bantu Petani Atasi Hama Tikus dengan...
321 Kali dibuka
Impian Desa Digital Kini TERWUJUD...
01 Januari 2026
BPJS PBI Wujud Nyata Keadilan Sosial di Bidang Kesehatan...
18 Desember 2025
Laporkan Jika Bansos Salah Sasaran...
15 Desember 2025
KDMP Harus Lakukan Pembangunan Fisik Gerai Pergudangan...
08 Desember 2025
Panduan Resmi: Cara Cek Kategori Desil DTKS untuk Memastikan...
08 Desember 2025
Cara Menurunkan Desil DTSEN agar Bisa Mendapatkan Bansos...
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 78 |
| Kemarin | : | 204 |
| Total | : | 39.201 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.55 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Komentar yang terbit pada artikel "Istri Meninggal, Begini Status Waris Suaminya"